
Ali, sebuah nama yang singkat, hanya tiga huruf (‘ain, lam, dan ya). “‘Ain” simbolitas ketercerahan dan pandangan yang terbuka, “lam” perlambang kesadaran yang tegak kokoh menjulang ke langit, dan “ya” penanda bakti yang melingkupi bumi. Ali, nama yang singkat dengan jutaan keramat dan tuah azimat. Laki-laki itu bernama Ali, na saba Ali sitongeng-tongenna asenna uruane (karena Ali adalah sebenar-benarnya nama lelaki). Ali kedirian maskulinitas yang feminim, bak singa garang di kala siang dengan tebasan pedang lebih utama dari amal seluruh mukmin, dan kala malam datang airmata munajah pun bercucuran laksana bayi yang suci dan diliputi cinta. Dialah Ali yang imannya adalah puncak kesadaran sejati, amalnya adalah buah cinta suci, dan ilmunya adalah percik cahaya Ilahi.
Dan Laki-laki itu bernama Ali sang pejuang sejati, cermin Jalaliyat Ilahi yang bertajalli dan terwujud dalam heroisme Ali. Teriakannya membuat jantung musuh berdebar-debar, terjangannya membuat musuh gentar, pukulannya membuat musuh terkapar, karena jasanya cahaya risalah pun bisa berkobar. Ali sang maskulin sejati menebaskan pedang bagai penari tapi mendekap kaum dhuafa dengan tulus hati. Ali sang lelaki, ksatria langit yang membumi. Ali kinasih Nabi yang hatinya diliputi cinta suci, yang dadanya disesaki ilmu Rabbani, dan jiwanya diselimuti Cahaya Ilahi. Ali sang diri dengan kelembagaan ilmu rabbani yang begitu rupa bak titik dibawah ba.
Ali Sitongeng-tongenna Lelaki.
Barakka lailaha Illallah, Muahmmadarrasulullah, Ali Waliyullah.
Salam Bagimu di hari lahirmu Ya Ali.
Kota Daeng 13 Rajab 1431 Hijriyah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar