Hanya ada satu persaudaraan, persaudaraan manusia yang menyatukan anak-anak bumi "dalam diri" Tuhan.
Alam semesta, termasuk diantaranya manusia, berasal dari ledakan besar yaitu ledakan primordial yang luar biasa dari cahaya yang akhirnya terkristal dalam wujud materi. Para sufi memahami bahwa hidup yang memancar dari wujud batin dimanifestasikan ke permukaan dalam bentuk beragam, dan dalam dunia ini manusia adalah manifestasi yang terbaik, karena dalam evolusinya, dia dapat merealisasikan kesatuan wujud ini, bahkan dalam keragaman eksistensi eksternalnya sekalipun. Tetapi ia mencapai tujuan ini yang merupakan satu-satunya tujuan kedatangannya di dunia melalui penyatuan dirinya dengan orang lain. Oleh karena itu, para sufi menyadari kesatuan universal manusia, mereka membebaskan diri dari batas-batas kebangsaan, rasial, dan agama, menyatukan diri dalam persaudaraan manusia yang bebas dari perbedaan status, kelas, keyakinan, ras, bangsa, atau agama, dan menyatukan manusia dalam persaudaraan universal.
Persaudaraan universal tersebut di dasari oleh kesamaan primordial seluruh manusia, sebagai "bagian utama" dari "diri Tuhan". Menurut Inayat Khan, persaudaraan bukanlah sesuatu yang bisa tuntas bila dipelajari dan diajarkan (secara konsepsional), Persaudaraan adalah suatu kecenderungan yang muncul dari hati, yang ditala dengan tangga nada yang tepat hingga menghadirkan irama yang memikat dan mengikat jiwa-jiwa yang satu untuk kembali padu “dalam” Yang Satu.
Hanya ada satu moral, yakni cinta yang memancar dari penolakan diri dan merekah dalam prilaku kebajikan.
Ada prinsip-prinsip moral yang diajarkan kepada manusia dari bermacam-macam guru dan tradisi yang bermacam-macam dan berbeda satu dengan yang lain. Ada banyak prinsip moral, seperti tetesan-tetesan air yang jatuh dari satu sumber, tetapi hanya ada satu aliran yang berada pada sumber dari segalanya. Dan itu adalah cinta yang memberikan harapan, melahirkan kesabaran, keteguhan, kemurahan hati, toleransi, dan melahirkan semua prinsip moral. Semua perbuatan baik berasal dari tanah cinta hati dan memancar dari cahaya cinta.
Dalam the Heart of Sufism, Inayat Khan menyebukan ada tiga tingkatan moral yang ada pada manusia. Tingkatan pertama adalah moral pertukaran. Yaitu yang dialami oleh seseorang yang menganggap dan melihat perbedaan antara dirinya dan orang lain. Tingkatan moral yang kedua adalah moral keuntungan. Di mana sebagaimana moral pertukaran, manusia mengenal dirinya sebagai entitas yang terpisah dari orang lain dan mengenal orang lain sebagai entitas yang lain. Meskipun demikian, ia melihat tali penghubung yang menghubungkan antara dirinya dengan semua yang lain. Agar bisa memiliki gema kebaikan bagi dirinya, ia memberikan kebaikan untuk kebaikan, dan membalas kebaikan untuk kejahatan. Tingkat ketiga dari hukum moral ada tingkat moral penyerahan. Yaitu ketika perbedaan antara 'milikku" dan "milikmu" dan keterpisahan antara "saya" dan "kamu" menghilang dalam satu realisasi kehidupan. Orang yang telah mencapai tingkat moral penyerahan secara ontologis tidak lagi melihat keterpisahan antara dirinya dengan yang lain, melainkan melihat kesatuan kemanusian dalam Wujud TunggalNya.
Wallahu a'lam bi shawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar