11 Juni 2010 jam 14:02 Hanya ada satu objek pujian, keindahan yang mengangkat hati hamba melalui semua aspek, dari yang terlihat menuju yang tak terlihat
Dikatakan. Dalam sebuah hadis bahwa, "Allah itu Indah dan menyukai keindahan". Hadis ini mengekspresikan kebenaran bahwa manusia, yang menerima ruh Tuhan, memiliki keindahan dalam dirinya dan mencintai keindahan, kendati keindahan bagi seseorang belum tentu indah bagi orang lain. Manusia menanamkan rasa keindahan ini saat dia tumbuh, dan menyukai aspek keindahan yang lebih tinggi ketimbang yang rendah. Tetap ketika ia menyaksikan visi tertinggi dari keindahan, yakni yang Maha Gaib melalui evolusi bertahap dari keindahan di dunia yanng tampak, maka seluruh eksistensi menjadi satu visi keindahan tunggal bagi dirinya. Dengan menyadari hal tersebut, para sufi memuja keindahan dalam segala aspeknya.
Dalam buku The Mysticism Sound and Music (Dmensi Mistik Musik dan Bunyi), Hazrat Inayat khan menggambarkan kekuatan mistis dari berbagai macam jenis seni. Segala keindahan dalam bentuk, garis dan warna, imajinasi, rasa, juga tata cara, dalam semua ini, sufi melihat suatu keindahan. Semua bentuk yang beragam ini adalah bagian dari Ruh keindahan yang meninggalkan kehidupan, yang selalu menjadi berkah. Keindahan yang sejati bukanlah pada sisi fenomenal yang tampak dari realitas bunyi dalam musik, untaian kata-kata dalam puisi, gerakan dalam tari, guratan bentuk dan warna pada lukisan atau benda seni tridimensional. Keindahan yang sejati terletak pada dimensi noumenal yang "berada" di balik sisi fenomenal yang kita cerap oleh indera. Fenomena seni yang empirik hanyalah sarana bagi jiwa kita untuk mampu "menangkap" gejala keindahan yang luar biasa di balik penampakan empirikal tersebut.
Hal yang paling menarik adalah melalui seni, musik, puisi, atau melalui gerakan seseorang dalam tarian tercipta sebuah pikiran atau perasaan yang efeknya merupakan akibat dari seluruh tindakan Seni adalah sebuah sampul. Betapa pun mengagumkannya orang melihat seni itu dalam segala aspeknya, tetap ada sesuatu Yang Hidup dan sesuatu Yang Berbicara. Untuk menyempurnakan seni, orang harus mengerti psikologinya, yang melalui ini ia akan mencapai tujuan hidupnya.
Gerakan alam semesta dari sudut pandang esoteris menjadikan musik sebagai awal dan akhir dari seluruh ritme alam semesta. Perbuatan dan gerakan yang dibuat di dunia yang fenomenal maupun noumenal bersifat musikal. Mereka terdiri dari berbagai vibrasi yang menyinggung bidang eksistensi tertentu. Demikian pula dalam ritme gerakan dan alunan pujian yang dilakukan oleh para sufi untuk memuja Sang Kekasih merupakan alunan musikal yang membentuk ritme syahdu yang mengantarkan jiwa sang sufi untuk lebur dalam alunan ritme kesemestaan yang berporos (berawal dan berakhir) pada Sang Realitas Pemilik Keindahan. Bagi para suf,i kebenaran, kebaikan, dan keindahan adalah karakter dasar dari diri kosmik universal. Yang dari ketiga hal ini melahirkan keharmonisan alam semesta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar